Manajemen PT BPR Talawi Sakato Sejahtera pada tahun buku 2025 masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha. Total aset tercatat sebesar Rp 22,85 miliar, realisasi kredit Rp 11,82 miliar, dana pihak ketiga Rp 15,03 miliar, dan laba sebesar Rp 361 juta.
Laporan: Two Efly, Sawahlunto
Tahun buku 2025 berhasil dilalui dengan kinerja yang cukup baik oleh manajemen PT BPR Talawi Sakato Sejahtera. Sejumlah indikator usaha menunjukkan pertumbuhan positif, mulai dari aset hingga penghimpunan dana masyarakat.
“Ya, tahun 2025 aset kami masih mampu tumbuh dua digit. Per 31 Desember 2025 tercatat total aset sebesar Rp 22,85 miliar, realisasi kredit Rp 11,82 miliar, dan dana pihak ketiga Rp 15,03 miliar. Target kami pada tahun 2026 adalah memaksimalkan kualitas aktiva produktif sehingga dapat menekan biaya dan mengoptimalkan laba,” ujar Direktur Utama PT BPR Talawi Sakato Sejahtera, Imran, didampingi Direktur Jhony N kepada Padang Ekspres.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Padang Mulai Masuk Asrama, 391 Orang Siap Terbang ke Madinah
Menurut Imran, pertumbuhan aset tidak hanya ditopang oleh membaiknya intermediasi, tetapi juga kontribusi dari reinvestasi pemegang saham. Sementara itu, dana pihak ketiga mengalami peningkatan, sedangkan penyaluran kredit sedikit mengalami penurunan.
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi tahun 2025, total aset PT BPR Talawi Sakato Sejahtera mencapai Rp 22,85 miliar. Capaian ini tumbuh 19,25% secara year on year dan berhasil memenuhi target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025.
Pertumbuhan aset didorong oleh peningkatan intermediasi, khususnya pada penghimpunan dana. Dana pihak ketiga, terutama dari produk tabungan sebagai dana murah, mencapai Rp 15,03 miliar atau tumbuh 23,09% secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, tabungan menjadi kontributor utama. Total dana tabungan tercatat Rp 12,34 miliar atau tumbuh 35,75% secara year on year. Sementara itu, dana deposito yang berhasil dihimpun mencapai Rp 2,69 miliar.
Baca Juga: Kasus Chromebook Lombok Timur di PN Mataram, Pembela Klaim Negara Justru Untung Rp1,8 Miliar
“Untuk pendanaan, kami lebih menitikberatkan pada dana tabungan. Langkah ini diambil sebagai upaya mengendalikan cost of fund yang berdampak pada efisiensi biaya operasional,” ujar Imran.
Kredit dan Pendapatan
Berbeda dengan dana pihak ketiga, kinerja penyaluran kredit pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 11,82 miliar. Sementara itu, pendapatan relatif stabil.
Pendapatan bunga kontraktual tercatat sebesar Rp 2,77 miliar dan pendapatan lainnya Rp 185 juta. Secara keseluruhan, pendapatan operasional yang dibukukan mencapai Rp 2,95 miliar.
“Pendapatan operasional yang mampu kami bukukan selama tahun 2025 tercatat Rp 2,95 miliar,” kata Imran.
Baca Juga: Inter Miami Benamkan Real Salt Lake 2-0, Dua Gol dalam Satu Menit di MLS 2026
Strategi 2026
Selain evaluasi kinerja, manajemen juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk tahun 2026. Strategi tersebut meliputi optimalisasi aset melalui peningkatan pertumbuhan, penguatan fungsi intermediasi baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran kredit, serta peningkatan kualitas aktiva produktif.
“Khusus peningkatan kualitas aktiva produktif menjadi fokus utama, mulai dari perbaikan kualitas kredit hingga pengendalian biaya. Tujuannya untuk mengoptimalkan kinerja laba,” jelas Imran.
PT BPR Talawi Sakato Sejahtera merupakan salah satu bank perkreditan rakyat yang beroperasi di Kota Sawahlunto. Mayoritas saham perusahaan ini dimiliki oleh putra daerah yang juga bergerak di sektor pertambangan batu bara.
Secara kinerja, perusahaan ini dinilai cukup stabil dengan pertumbuhan aset, kredit, dan dana yang konsisten setiap tahunnya.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Kami berharap pada tahun 2026 PT BPR Talawi Sakato Sejahtera dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Imran.(***)
Editor : Hendra Efison