Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BNPB Catat Sejumlah Bencana Baru, Empat Provinsi Alami Dampak Terbesar

Hendra Efison • Rabu, 7 Januari 2026 | 20:12 WIB

Banjir merendam 10 desa di Kecamatan Sembakung, Lumbis, dan Sebuku, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Minggu (4/1/2026).
Banjir merendam 10 desa di Kecamatan Sembakung, Lumbis, dan Sebuku, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Minggu (4/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—BNPB melaporkan sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode 6–7 Januari 2026, berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Rabu (7/1/2026), pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, menyebut bencana yang dominan masih berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

“Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis hidrometeorologi basah,” ujar Abdul Muhari.

Di Kabupaten Pesawaran, Lampung, banjir merendam 320 rumah warga di dua desa di Kecamatan Way Khilau, Senin (5/1), pukul 21.00 WIB. Ketinggian air mencapai 70 sentimeter di Desa Mada Jaya dan sekitar 30 sentimeter di Desa Penengahan.

Hingga Selasa (6/1), banjir masih menggenang di Mada Jaya, sementara Penengahan mulai surut. BPBD Pesawaran melakukan asesmen serta koordinasi penanganan darurat dengan instansi terkait.

Di Kabupaten Serang, Banten, tanah longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Kecamatan Padarincang, Selasa (6/1), pukul 10.40 waktu setempat. Longsoran berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga.

BPBD Serang melakukan pendataan lanjutan serta memantau potensi longsor susulan. Tanah bergerak tercatat masih muncul beberapa kali di titik longsoran. Sebanyak 266 warga diungsikan ke madrasah terdekat untuk mencegah risiko dampak lanjutan.

Di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, banjir merendam 10 desa di Kecamatan Sembakung, Lumbis, dan Sebuku pada Minggu (4/1). Sebanyak 4.461 jiwa terdampak, namun tidak ada pengungsian karena mayoritas rumah berbentuk rumah panggung dan warga menggunakan sampan untuk mobilitas.

Banjir juga merusak fasilitas umum, termasuk 9 sekolah, 9 fasilitas kesehatan, dan 2 fasilitas ibadah. BPBD Nunukan terus melakukan asesmen dan penanganan di lapangan. Hingga Selasa (6/1), banjir dilaporkan belum surut.

Di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pencarian tiga korban hilang akibat banjir bandang masih berlanjut pada Rabu (7/1). Sebanyak 16 korban meninggal telah ditemukan, enam di antaranya teridentifikasi, sementara 10 lainnya masih diproses.

Sebanyak 22 warga mengalami luka dan dirawat di puskesmas, dengan dua pasien dirujuk ke rumah sakit di Manado. Pengungsi sementara tercatat 682 jiwa dan masih dalam pendataan.

Kerusakan infrastruktur mencakup tujuh rumah hanyut, 29 rumah rusak berat, dan 112 rumah rusak ringan. Sejumlah jalan terputus, dan beberapa bangunan kantor serta fasilitas publik ikut terdampak.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 5–18 Januari 2026 sesuai Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026. Prioritas penanganan masih difokuskan pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat dalam satu pekan ke depan, termasuk kemungkinan angin kencang di sejumlah wilayah. BPBD diminta rutin memantau kondisi daerah berisiko tinggi dan menyiapkan langkah mitigasi.(*)

Editor : Hendra Efison
#banjir dan longsor #bnpb #Laporan 6 dan 7 Januari 2026 #Bencana hidrometeorologi