Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Keributan Warnai Sidang Parlemen Serbia, Gas Air Mata sebagai Bentuk Protes

M Algredi • Rabu, 5 Maret 2025 | 12:17 WIB

Keributan terjadi dalam gedung parlemen Serbia. Bom asap meletus sebagai bentuk protes.
Keributan terjadi dalam gedung parlemen Serbia. Bom asap meletus sebagai bentuk protes.
PADEK.JAWAPOS.COM—Terjadi insiden serius di Parlemen Serbia yang melibatkan anggota parlemen oposisi. Insiden terjadi pada 4 Maret 2025 di gedung parlemen Serbia di Beograd.

Anggota parlemen oposisi melemparkan granat asap dan gas air mata ke dalam gedung parlemen sebagai bentuk protes terhadap pemerintah dan untuk mendukung demonstrasi mahasiswa yang telah berlangsung selama empat bulan.

Insiden ini terjadi setelah parlemen menyetujui agenda dari partai penguasa, Partai Progresif Serbia (SNS). Mereka mengatakan ini ilegal dan menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Milos Vucevic dan pemerintahannya.

Kekacauan ini dimulai sekitar satu jam setelah sidang parlemen dimulai, dengan anggota parlemen oposisi meniup peluit dan mengangkat spanduk bertuliskan “Serbia telah bangkit, maka rezim ini akan jatuh”!

Sejumlah anggota oposisi berlari ke arah ketua parlemen dengan membawa bom asap, yang memicu bentrokan dengan pihak keamanan.

Asap menyelimuti ruangan dalam gedung parlemen, menyebabkan kekacauan. Dua anggota parlemen terluka, salah satunya mengalami stroke dan berada dalam kondisi kritis.

Insiden ini menyebabkan penutupan sementara gedung parlemen dan keributan ini menyebabkan penundaan beberapa agenda sidang parlemen.

Oposisi menyerukan mogok massal di Serbia dan merencanakan aksi demo besar pada 15 Maret 2025. Protes ini dianggap sebagai ancaman terbesar bagi pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic yang telah berlangsung selama satu dekade.

Krisis politik di Serbia bermula setelah kanopi di sebuah stasiun kereta di kota Novi Sad runtuh pada November 2024 lalu, menewaskan 15 orang. Tragedi ini menjadi pemicu ketidakpuasan yang telah lama terpendam terhadap pemerintahan Vucic.

Tragedi ini memicu gelombang protes antikorupsi yang dipimpin oleh mahasiswa dan didukung oleh berbagai lapisan masyarakat. Protes telah berlangsung selama empat bulan, menentang ketidakmampuan pemerintah.

Protes ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk guru dan petani, dan dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kekuasaan Presiden Aleksandar Vucic yang telah berlangsung selama satu dekade.

Ketua Parlemen Serbia, Ana Bernabic, menyatakan bahwa parlemen akan terus bekerja dan melindungi Serbia meskipun terjadi insiden ini. Sebelumnya Perdana Menteri Milos Vucevic telah mengumumkan pengunduran dirinya pada Januari 2025 lalu.

Insiden yang terjadi di Serbia menunjukkan ketegangan politik yang tinggi di negara tersebut. Protes terjadi sebagai bentuk ketidakmampuan pemerintah. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Kerusuhan di gedung parlemen Serbia #parlemen serbia #serbia