PADEK.JAWAPOS.COM-Pendidikan memiliki peran utama dalam meningkatkan kecerdasan suatu bangsa. Oleh karena itu, setiap negara diwajibkan untuk menyediakan jalur pendidikan guna mencapai kemajuan yang optimal.
Dalam upaya pengembangannya, guru perlu meningkatkan kompetensinya sejalan dengan perkembangan zaman yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak harus mencakup aspek pembelajaran yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka, serta membantu pembentukan kepribadian peserta didik.
Pendidikan pada dasarnya merupakan proses mengantarkan peserta didik dari keadaan ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, akhlak yang kurang baik, hingga keimanan yang kuat.
Karena itulah, peran guru dalam pendidikan menjadi sangat penting, terutama pendidikan dasar. Saat ini, metode pembelajaran di sekolah dasar cenderung hanya mengandalkan ceramah, diskusi, dan tanya-jawab, serta jarang menggunakan teknik Ice breaking.
Selain itu, dalam proses pembelajaran, siswa sering terlibat dalam obrolan yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi pada materi pelajaran.
Masalah yang muncul terkait kurangnya konsentrasi siswa adalah ketidakfokusan, kebosanan, kejenuhan, dan sebagainya.Terdapat juga kurangnya suasana kegembiraan atau kesenangan dalam pembelajaran.
Dalam hal ini, guru menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat peserta didik. Penting bagi guru untuk mencari cara inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan minat siswa.
Salah satu solusinya adalah dengan mengintegrasikan teknik pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, seperti permainan edukatif, aktivitas kelompok, atau penggunaan teknologi dalam kelas.
Menggunakan media teknologi, seperti aplikasi pembelajaran interaktif atau video edukasi, dapat membuat materi pelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa.
Selain itu, guru juga bisa memanfaatkan metode pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih praktis dan aplikatif
Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan berbagai strategi dalam proses belajar mengajar guna memotivasi siswa dan memusatkan perhatian mereka pada setiap materi yang disampaikan.
Hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran adalah hasil dari semua upaya yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik.
Dengan kata lain, segala bentuk kegiatan guru seperti merancang pembelajaran, memilih dan menentukan materi, pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran, serta memilih dan menentukan teknik evaluasi, semuanya bertujuan untuk mencapai keberhasilan belajar peserta didik.
Keberhasilan proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran yang fokus pada meningkatkan tingkat keterlibatan peserta didik secara efektif dalam proses pembelajaran.
Salah satu metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar adalah ice breaking. Ice breaking digunakan untuk menciptakan suasana yang santai di dalam kelas agar siswa dapat lebih fokus saat belajar.
Selain itu, metode ini juga bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pelajaran.
Ice breaking memberikan penyegaran dan memberikan kesempatan bagi otak yang terus bekerja selama proses belajar untuk beristirahat sejenak.
Dengan menggunakan ice breaking, kondisi yang awalnya membosankan, mengantuk, dan tegang dapat berubah menjadi santai dan penuh semangat. Hal ini mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pembelajaran dengan motivasi yang tinggi.
Setelah memahami pentingnya penerapan ice breaking dalam proses pembelajaran, mahasiswa PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di UPT SDN 04 Lawang Mandahiling mencoba menerapkannya secara langsung di kelas V.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa calon guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dalam pelaksanaan praktik mengajar, mahasiswa PPL melakukan ice breaking di awal, tengah, dan akhir pembelajaran. Pada awal kegiatan, ice breaking digunakan untuk membangkitkan semangat dan menarik perhatian siswa sebelum materi disampaikan.
Misalnya, mahasiswa mengajak siswa melakukan permainan ringan seperti “Tepuk Semangat”, “Sebut Nama dan Gerakan”, atau “Tebak Kata” yang berhubungan dengan pelajaran hari itu.
Hasilnya, suasana kelas menjadi lebih hidup.
Siswa yang sebelumnya tampak pasif mulai menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar.
Mereka tertawa, berinteraksi, dan tampak lebih siap menerima pelajaran. Hal ini menunjukkan ice breaking dapat menjadi jembatan efektif untuk menumbuhkan fokus dan semangat belajar siswa.(Ragil Fitri Ayu, PENGAJAR UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING)
Editor : Novitri Selvia