Kemenangan ini membawa tim asuhan Carlo Ancelotti mendekati puncak klasemen, hanya terpaut satu poin dari Barcelona.
Gol pertama Los Blancos dicetak oleh Jude Bellingham melalui titik putih pada menit ke-30, menyusul pelanggaran Nyom terhadap Antonio Rudiger di dalam kotak penalti.
Meskipun keputusan wasit Hernandez sempat diprotes keras oleh pemain Getafe, VAR mengonfirmasi pelanggaran tersebut.
Gol kedua datang dari Kylian Mbappe pada menit ke-38. Setelah menerima umpan dari Bellingham, Mbappe sukses melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang David Soria.
Meski mencetak gol, performa Mbappe menuai kritik karena gagal memanfaatkan banyak peluang emas, termasuk tembakan ke gawang kosong.
Dominasi Madrid dan Perlawanan Getafe
Getafe tampil keras sejak awal, mencatatkan tujuh pelanggaran dalam 12 menit pertama.
Namun demikian, Real Madrid tetap mampu mengendalikan permainan melalui peran Dani Ceballos di lini tengah.
Ceballos menjadi kunci strategi Ancelotti, terutama di tengah absennya beberapa pemain inti akibat cedera.
Babak kedua berjalan lebih intens. Mbappe hampir mendapatkan penalti kedua setelah bola tembakannya mengenai Berrocal.
Tapi, VAR membatalkan keputusan awal wasit karena tidak ada kontak handball.
Kemudian, Getafe sempat mengancam melalui Uche, namun sayang tembakannya hanya mengenai tiang gawang.
Pada menit ke-85, Patrick hampir memperkecil ketertinggalan dengan tembakan jarak jauh yang mengenai mistar dan tiang gawang.
Akhirnya, kemenangan berpihak pada Madrid yang berhasil mempertahankan skor hingga peluit akhir berbunyi.
Tiga Kemenangan Beruntun
Kemenangan ini menandai tiga laga tanpa kebobolan bagi Madrid di La Liga, sebuah peningkatan signifikan setelah kekalahan di El Clasico.
Ancelotti memuji soliditas timnya, meski mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam penyelesaian akhir.
Dengan satu pertandingan lebih sedikit dibanding Barcelona, Real Madrid kini semakin percaya diri dalam perburuan gelar La Liga musim ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto