Polisi menduga korban nekat mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi. Kapolsek Lubukbegalung Kompol Robby Setiadi Purba membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, telah terjadi peristiwa gantung diri seorang laki-laki di Gang Bandes Cengkeh,” ujarnya, Minggu malam.
Ditemukan oleh Istri dan Mertua
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, ROM (29), bersama kedua mertuanya, M (70) dan MP (66), yang datang dari Pariaman. Mereka mendatangi rumah korban karena tidak mendapat respons meski sudah memanggil dan mengetuk pintu berulang kali.
Kecurigaan muncul setelah melihat sepeda motor korban masih terparkir di teras. Karena pintu terkunci dari dalam, keluarga memecahkan kaca jendela dan mengambil kunci rumah. Saat masuk, mereka mendapati korban tergantung di kusen pintu kamar dengan kain sarung.
“Ketiga saksi langsung memberitahukan kejadian itu kepada tetangga dan menunggu kedatangan petugas,” kata Kompol Robby.
Dugaan Tekanan Ekonomi
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh tim Identifikasi dan SPKT Polresta Padang mengindikasikan motif ekonomi. Polisi menemukan satu unit ponsel dan dompet berisi surat gadai HP merek Infinix senilai Rp1,2 juta.
“Di dalam dompet korban tidak ditemukan uang tunai. Kami menduga korban mengalami tekanan ekonomi sebelum mengakhiri hidupnya,” jelas Kompol Robby.
Istri korban mengaku tidak mengetahui bahwa suaminya telah menggadaikan ponselnya. Ponsel yang ditemukan di lokasi merupakan pinjaman dari teman sepupu korban sejak Jumat malam (17/10/2025).
Baca Juga: Real Madrid vs Getafe: Bellingham Starter, Vinicius Cadangan di Formasi Baru Xabi Alonso
Pemeriksaan awal menunjukkan korban sudah meninggal sekitar 1x24 jam sebelum ditemukan. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk visum luar. Keluarga menolak autopsi dan menandatangani surat pernyataan. Sekitar pukul 18.12 WIB, jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan di Pariaman Utara.(cc1)
Editor : Hendra Efison