Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Meski Banjir dan Longsor, Dinas Pendidikan Padang Pastikan Sekolah Tetap Mulai 5 Januari

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:33 WIB

Dinas Pendidikan Padang memastikan sekolah SD dan SMP tetap masuk 5 Januari 2026 meski banjir, dengan dispensasi bagi siswa terdampak. Kondisi SMP 29 Padang saat diterpa banjir bandang, Kamis (27/11).
Dinas Pendidikan Padang memastikan sekolah SD dan SMP tetap masuk 5 Januari 2026 meski banjir, dengan dispensasi bagi siswa terdampak. Kondisi SMP 29 Padang saat diterpa banjir bandang, Kamis (27/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Banjir dan longsor kembali melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (2/1/2026), merendam permukiman warga dan memutus sejumlah akses jalan akibat luapan sungai.

Meski kondisi tersebut berdampak pada sebagian wilayah, Dinas Pendidikan Kota Padang memastikan kegiatan belajar mengajar jenjang SD dan SMP tetap dimulai sesuai jadwal pada Senin, 5 Januari 2026, usai libur semester dan akhir tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan sekolah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa.

Sementara sekolah di wilayah terdampak akan menyesuaikan kondisi lapangan.

“Sekolah kita data dulu. Kalau sekolahnya terdampak banjir, tidak kita sekolahkan dulu. Tapi yang kondisinya normal tetap masuk seperti biasa,” ujar Yopi, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, peserta didik yang rumahnya terdampak banjir diberikan dispensasi pada hari pertama masuk sekolah tanpa sanksi. 

Kebijakan tersebut diterapkan karena kondisi darurat yang dialami keluarga siswa.

“Kami sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, anak yang terdampak banjir atau rumahnya terendam diberikan dispensasi. Tidak ada persoalan,” kata Yopi.

Menurut Yopi, banjir yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan berat pada bangunan sekolah.

Tidak ada laporan sekolah runtuh, namun genangan di permukiman warga berdampak pada kesiapan siswa, termasuk perlengkapan sekolah.

Terkait SMP Negeri 44 Padang yang berada di sekitar kawasan jalan terban di Batu Busuk, Yopi menyebut kegiatan belajar mengajar tetap menyesuaikan kondisi.

Jika gedung sekolah digunakan untuk keperluan tertentu, pembelajaran dapat dilakukan secara bergantian atau dengan skema alternatif.

Baca Juga: Pemkab Tanahdatar Ajukan Perbaikan Sabo Dam dan Pembangunan Jalan Putus Guguak Malalo

“SMP 44 tetap menyesuaikan. Kalau bangunan dipakai, kita bisa sekolah bergantian atau alternatif lain,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kota Padang juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Anak-anak diminta tidak bermain di selokan atau lokasi rawan banjir.

“Kami berharap orang tua berhati-hati dan mengawasi anaknya. Hujan masih cukup deras, jangan biarkan anak bermain di tempat berbahaya,” imbaunya.

Selain itu, Dinas Pendidikan tetap mendorong pembiasaan positif pada hari pertama sekolah, termasuk pelaksanaan program Smart Surau yang dijadwalkan mulai 5 Januari 2026. (yud)

Editor : Hendra Efison
#Dinas Pendidikan Kota Padang #Sekolah Padang 2026 #Yopi Krislova #Dispensasi siswa banjir #Banjir Kota Padang