Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tanggap Darurat Berakhir, Tim Verval Kerusakan Bencana Mulai Turun ke 77 Nagari di Padangpariaman

Aris Prima Gunawan • Senin, 22 Desember 2025 | 10:58 WIB

MULAI MEMBANGUN: Area seluas 1,7 ha yang disediakan Pemkab Padangpariaman untuk pembangunan Huntara bagi warga di Korong Asampulau dan Nagari Pasia Laweh Lubuak Aluang yang rumahnya terdampak bencana.
MULAI MEMBANGUN: Area seluas 1,7 ha yang disediakan Pemkab Padangpariaman untuk pembangunan Huntara bagi warga di Korong Asampulau dan Nagari Pasia Laweh Lubuak Aluang yang rumahnya terdampak bencana.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sehari setelah Pemkab Padangpariaman secara resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor, tim verifikasi dan validasi (verval) data kerusakan mulai diturunkan ke lapangan, Minggu (21/12).

Langkah ini ditempuh untuk memastikan keakuratan data kerusakan sebagai pijakan utama penyaluran bantuan serta perencanaan pemulihan pascabencana.

Sebelum melaksanakan tugas lapangan, puluhan petugas mengikuti pembekalan teknis verval yang digelar di Kantor Pusdalops Penanggulangan Bencana Padangpariaman.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Padangpariaman, Rudi Repenaldy Rilis, dan dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hadir dalam pembekalan tersebut antara lain Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas LHPKPP, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKD, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Diskominfo, serta Camat Batanganai dan Camat 2x11 Kayutanam.

Sekkab Rudi menekankan pentingnya ketelitian dan profesionalisme seluruh petugas selama menjalankan tugas.

“Kita harus turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya serta mencari informasi mengenai keluarga terdampak. Lakukan verifikasi terhadap data yang ada, dokumentasikan dengan foto dan titik koordinat, lalu perbarui pada Sistem Informasi Data Bencana yang sudah dibangun Kominfo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LHPKPP Padangpariaman, Andri Satria Masri, menyampaikan bahwa Tim Verval Data Bencana Tahap I berjumlah 32 personel yang dibagi ke dalam delapan kelompok kerja.

Tim tersebut akan melakukan pendataan di 77 nagari yang tersebar pada 17 kecamatan terdampak. Berdasarkan data sementara, jumlah rumah terdampak bencana tercatat sebanyak 8.386 unit.

Rinciannya meliputi 109 rumah hanyut, 187 rumah rusak berat, 287 unit harus direlokasi, 205 rumah rusak sedang, serta 2.710 rumah mengalami rusak ringan.

“Tugas tim berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Desember 2025,” jelas Andri.

Pelaksanaan verifikasi dan validasi ini diharapkan mampu menghasilkan basis data yang lebih presisi, sehingga percepatan penanganan pascabencana serta program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Padangpariaman dimanfaatkan Bupati John Kenedy Azis (JKA) untuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam penanganan bencana.

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada unsur pemerintah, TNI–Polri, Basarnas, para relawan, serta para donatur yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan materiil maupun nonmateriil kepada masyarakat terdampak.

Secara khusus, JKA juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya untuk meringankan beban korban bencana.

“Semua bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masyarakat kita yang sedang tertimpa musibah. Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Padangpariaman, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, JKA turut memaparkan perkembangan pemulihan infrastruktur dasar, terutama sektor kelistrikan. Ia menilai respons dan kesigapan PLN dalam memulihkan pasokan listrik pascabencana patut diapresiasi.

“Hampir 99 persen listrik di Kabupaten Padangpariaman sudah kembali menyala. Buktinya jelas, tidak ada camat yang mengeluh, tidak ada wali nagari yang komplain, tidak ada wali korong, dan tidak ada masyarakat yang menyampaikan bahwa listrik di wilayahnya belum hidup,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, JKA menyimpulkan bahwa pasokan listrik di Padangpariaman secara umum telah kembali normal. “Dengan demikian, saya mengambil kesimpulan bahwa listrik di Kabupaten Padangpariaman sudah on, sudah nyala,” katanya.

Atas capaian itu, JKA menyampaikan terima kasih kepada General Manager PLN Sumatera Barat beserta seluruh jajaran yang dinilainya responsif dan akomodatif dalam menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Sementara itu, terkait pemulihan layanan air bersih, JKA menjelaskan bahwa distribusi air PDAM masih dalam tahap perbaikan di sejumlah titik, khususnya di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lubuakaluang, Sintuak Toboh Gadang, dan V Koto.

“Menurut informasi yang saya terima dari PDAM, insyaallah dalam tiga sampai empat hari ke depan, air sudah mulai mengalir secara normal,” ungkapnya.

Kabar positif lainnya, lanjut dia, datang dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Pemerintah pusat disebut akan segera membangun beberapa intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Padangpariaman.

“Insya Allah minggu depan beberapa intake dan SPAM akan langsung dibangun oleh Dirjen Cipta Karya. Ini merupakan respons yang sangat cepat dari Kementerian PUPR,” jelasnya.

Atas dukungan tersebut, JKA kembali menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya yang dinilainya sigap dan responsif dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Padangpariaman. (apg)

Editor : Novitri Selvia
#Andri Satria #verval (verifikasi dan validasi) #Pemkab Padangpariaman #Dinas LHPKPP Padangpariaman #Rudi Repenaldy Rilis