Pantauan Padang Ekspres, Rabu (24/12/2025), agen beras SAS di Koto Nan Ampek mengalami kekosongan untuk jenis beras Anak Daro, Kuriak, dan Sokan yang selama ini menjadi pilihan utama konsumen.
Sejumlah karung beras terlihat telah habis terjual. Untuk menjaga ketersediaan, pihak agen melakukan substitusi dengan menyediakan jenis beras alternatif.
Penjaga toko agen beras SAS, Minda (24), mengatakan lonjakan permintaan terjadi bersamaan dengan terbatasnya pasokan dari daerah penghasil beras.
“Permintaan meningkat, sementara stok dari panen terbatas. Pedagang juga banyak mengambil beras dalam jumlah besar, sehingga beberapa jenis cepat habis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya permintaan juga dipengaruhi kebutuhan pedagang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang berdampak langsung pada stok harian di tingkat agen.
Sebagai langkah antisipasi, pihak toko menyediakan beras Palembang dan beras Jawa sebagai pengganti agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami lakukan substitusi supaya stok tetap ada. Beras yang tersedia saat ini beras Palembang dan beras Jawa,” katanya.
Menurut Minda, penyesuaian harga masih dalam batas wajar dan mengikuti harga beli dari distributor.
Harga beras Jawa dipatok sekitar Rp150 ribu per 10 kilogram, sementara beras Palembang Rp148 ribu per 10 kilogram.
Sejumlah warga terpaksa beralih ke beras pengganti. Helnawatai (46), salah seorang pembeli, mengaku tidak memiliki pilihan lain karena kebutuhan rumah tangga yang mendesak.
“Saya biasanya beli beras Anak Daro, tapi hari ini sudah habis. Mau tidak mau ambil beras pengganti,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan AF (50), pedagang beras harian, yang berharap distribusi beras dari daerah penghasil segera kembali lancar.
“Semoga pasokan cepat normal lagi supaya pilihan beras kembali ada dan harga tetap stabil,” katanya.
Pihak agen beras SAS berharap distribusi beras dari daerah penghasil dapat segera pulih sehingga ketersediaan beras di Kota Payakumbuh kembali normal.(CR7)
Editor : Hendra Efison