Gangguan distribusi air ini memicu beragam permasalahan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan mandi hingga mencuci.
Melalui pantauan di akun Instagram resmi PDAM Kota Padang, @humasperumda.airminum, berbagai testimoni warga menggambarkan kondisi sulit yang mereka hadapi.
Pengguna akun @early.jewelry mengungkapkan bahwa hingga pukul 20.46 WIB, kawasan Siteba masih belum teraliri air.
"Sudah lelah menunggu, galon sudah habis 4 dalam waktu 24 jam," ungkapnya, menggambarkan situasi kritis yang dihadapi.
Kondisi serupa dialami warga Siteba Gurun Laweh. Melalui akun @rita_purnama20, mereka melaporkan bahwa hingga saat ini pasokan air masih belum pulih.
Sementara itu, keluhan juga datang dari kawasan Koto Lua Limau Manis, sebagaimana dilaporkan oleh akun @maypict_.
Kekhawatiran yang lebih mendesak disuarakan oleh pemilik akun @antia2210, yang menyoroti dampak gangguan air terhadap aktivitas pendidikan.
"Pak hidupkan lah lagi pak, sudah banyak yang terbang kalai pak, besok pagi anak-anak sekolah air gak ada," tulisnya, mengungkapkan keresahan terkait kebutuhan air untuk anak-anak yang akan bersekolah.
Hingga, akun @alvinkusumab menyuarakan keluhannya tentang tumpukan cucian yang terancam membusuk akibat tidak tersedianya air untuk mencuci.
Sedangkan @rivopratamaa mengungkapkan bahwa sejak kemarin belum mandi karena air PDAM mati.
Permasalahan ini bermula dari hujan lebat yang melanda Kota Padang pada Selasa (18/2/2025) malam. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan genangan air di berbagai titik kota.
Kapasitas saluran air dan sungai yang menjadi sumber air baku PDAM tidak mampu menampung debit air yang tinggi, ditambah dengan material seperti lumpur, sampah, dan potongan kayu yang terbawa arus.
Dampak dari kondisi ini sangat signifikan terhadap operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang.
Hampir seluruh intake di area pelayanan PDAM mengalami gangguan, mempengaruhi proses produksi dan distribusi air yang mengandalkan sumber dari sejumlah sungai di Kota Padang.
Menanggapi keluhan warga, pihak PDAM melalui akun Instagram resminya menginformasikan bahwa proses pembersihan material telah selesai dilaksanakan.
"Saat ini kami sedang melakukan proses normalisasi. Mohon bersabar, secepatnya pendistribusian air kepada pelanggan kembali normal," demikian bunyi pengumuman tersebut.
Meski upaya normalisasi tengah berlangsung, sejumlah wilayah masih mengalami kendala pasokan air.
Pihak PDAM Kota Padang terus berupaya memulihkan layanan distribusi air secara bertahap ke seluruh wilayah yang terdampak, sambil memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. (*)
Editor : Hendra Efison