Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Proyek Flyover Sitinjau Lauik Rp2,2 Triliun Dimulai, Alat Berat Mulai Berdatangan

Hendra Efison • Rabu, 4 Juni 2025 | 20:34 WIB

Truk-truk pengangkut alat berat mulai berdatangan pada Rabu (4/6/2025) ke lokasi proyek flyover yang menghubungkan Padang dan Solok, Sumatera Barat. (Foto: Sitinjaulauikchannel)
Truk-truk pengangkut alat berat mulai berdatangan pada Rabu (4/6/2025) ke lokasi proyek flyover yang menghubungkan Padang dan Solok, Sumatera Barat. (Foto: Sitinjaulauikchannel)
PADEK.JAWAPOS.COM—Proyek pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) resmi memasuki tahap pelaksanaan.

Truk-truk pengangkut alat berat mulai berdatangan pada Rabu (4/6/2025) ke lokasi proyek sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik flyover yang menghubungkan Padang dan Solok, Sumatera Barat.

PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) telah menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Rancang Bangun dengan HK–HKI KSO pada Senin (26/5) di Kebayoran Baru, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT HPSL Michael Arthur Paulus Rumenser dan Kuasa HK–HKI KSO Rizky Agung.

Proyek Flyover Sitinjau Lauik Rp2,2 Triliun dimulai, alat berat mulai berdatangan.
Proyek Flyover Sitinjau Lauik Rp2,2 Triliun dimulai, alat berat mulai berdatangan.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Agung Fajarwanto, EVP Divisi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Portofolio Hutama Karya Ekwan Hadyanto, serta jajaran pimpinan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Direktur Utama PT HPSL Michael Rumenser menyatakan bahwa pembangunan flyover ini merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan mengedepankan integritas dan prinsip keberlanjutan.

“Kami memastikan bahwa pelaksanaan proyek ini akan mengedepankan inovasi dengan teknologi ramah lingkungan, memberdayakan masyarakat lokal, serta mengintegrasikan prinsip ESG dan GCG dalam seluruh fase pembangunan,” ujar Michael.

Flyover Sitinjau Lauik dirancang sebagai solusi atas tikungan ekstrem di jalur Sitinjau Lauik yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.

Selain meningkatkan keselamatan, proyek ini diharapkan mempercepat waktu tempuh Padang–Solok dari dua jam menjadi hanya 45 menit.

Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp2,286 triliun (termasuk PPN) dengan masa pelaksanaan 822 hari kalender.

Masa konsesi proyek ditetapkan selama 12,5 tahun, terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.

Setelah penandatanganan, PT HPSL akan melanjutkan ke tahap finalisasi desain dan persiapan fisik.

Dalam masa layanan, HPSL juga akan melakukan preservasi jalan dan jembatan sebagai bagian dari tanggung jawab proyek.

“Proyek ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang dampak jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat,” tutup Michael.(*)

Editor : Hendra Efison
#Proyek Flyover Sitinjau Lauik Dimulai #Alat Berat Mulai Berdatangan