Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stasiun Kayu Tanam Padangpariaman, Cagar Budaya Bersejarah dan Simpul Transportasi Rel Sumbar

Hendra Efison • Rabu, 26 November 2025 | 12:26 WIB

Stasiun Kayu Tanam Padang Pariaman tercatat sebagai cagar budaya dan terus beroperasi melayani KA Lembah Anai Kayutanam–BIM. (Humas KAI Sumbar)
Stasiun Kayu Tanam Padang Pariaman tercatat sebagai cagar budaya dan terus beroperasi melayani KA Lembah Anai Kayutanam–BIM. (Humas KAI Sumbar)
PADEK.JAWAPOS.COM —Stasiun Kayu Tanam (KTN) di Kabupaten Padangpariaman merupakan bangunan perkeretaapian kelas II yang menyimpan rekam jejak penting sejarah transportasi rel di Sumatera Barat.

Stasiun ini berada di kilometer 60+038 pada jalur Teluk Bayur–Padang–Lubuk Alung–Sawahlunto, dengan ketinggian +144 meter di atas permukaan laut.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa Stasiun Kayu Tanam tidak terlepas dari pembangunan jaringan rel oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, dan pusat ekonomi pedalaman.

“Letaknya strategis dan pernah menjadi titik penghubung utama, termasuk jalur kereta bergigi satu-satunya di Sumatera Barat yang menghubungkan Kayu Tanam dengan Padangpanjang,” ujar Reza, Rabu (26/11/2025).

Jalur kereta bergigi tersebut saat ini sudah tidak beroperasi, namun nilai sejarahnya tetap melekat pada kawasan Kayu Tanam sebagai salah satu pusat penting perkeretaapian di masa lalu.

Stasiun Kayu Tanam telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan nomor registrasi KB003149 melalui SK Nomor 432-144-2019.

Arsitektur kolonial bangunan masih terjaga, mulai dari tiang besi tempa, jendela kayu berukuran besar, hingga langit-langit tinggi yang menjadi ciri khas era awal pembangunan rel.

Dalam perkembangan layanan modern, KAI meresmikan layanan kereta lokal Lubuk Alung–Kayu Tanam pada 1 November 2016, kemudian memperpanjang rute hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 22 Maret 2019.

Saat ini, Stasiun Kayu Tanam melayani enam frekuensi perjalanan KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–BIM.

Di sekitar stasiun terdapat objek wisata Air Terjun Lembah Anai dan Jembatan Tinggi Kereta Api yang menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Kedekatan dengan kawasan tersebut menjadikan Stasiun Kayu Tanam sebagai pintu masuk strategis bagi wisatawan.

KAI terus mendorong penguatan layanan melalui pengembangan digitalisasi informasi jadwal dan peningkatan fasilitas, agar Stasiun Kayu Tanam dapat berkembang sebagai simpul transportasi yang adaptif dan inklusif.(*)

Editor : Hendra Efison
#KAI Divre II Sumbar #padangpariaman #KA Lembah Anai #Stasiun Kayu Tanam