Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi dan sepeda motor. Volume kendaraan meningkat dibandingkan hari biasa, dengan arus lebih padat dari arah Bukittinggi menuju Payakumbuh.
Selain pelat nomor Sumatera Barat (BA), arus kendaraan juga diramaikan kendaraan dari luar daerah. Terlihat sejumlah mobil berpelat BH (Jambi), BM (Riau), hingga pelat nomor dari Jakarta melintasi jalur tersebut.
Kehadiran kendaraan luar provinsi ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas antarwilayah menjelang Ramadan. Jalur Bukittinggi–Payakumbuh sendiri merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas di kawasan Ngalau tetap bergerak lancar. Tidak terlihat antrean panjang maupun kemacetan berarti di sepanjang jalur tersebut. Pengendara masih dapat melintas dengan kecepatan normal.
Situasi lalu lintas yang kondusif ini diduga karena distribusi kendaraan masih merata serta belum memasuki puncak arus mobilitas menjelang Ramadan.
Meningkatnya arus kendaraan diperkirakan berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Sebagian warga kemungkinan melakukan perjalanan pulang kampung lebih awal, sementara lainnya berbelanja kebutuhan pokok dan persiapan ibadah puasa.
Hingga siang hari, kondisi lalu lintas di kawasan Ngalau, Payakumbuh, terpantau aman dan terkendali. Tidak ada laporan gangguan lalu lintas maupun insiden yang menyebabkan hambatan arus kendaraan. (rid)
Editor : Adetio Purtama