Di balik gerobak sederhana itu, Johan Eka Putra (48) mengaduk adonan dan menggoreng tahu crispy yang setiap harinya laku ratusan biji.
Siapa sangka, dari usaha kaki lima ini, Johan mampu meraup omzet hingga Rp1 juta per hari.
Johan bukanlah pebisnis besar. Ia memulai usaha tahu crispy setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual nasi goreng di Pekanbaru.
“Sebelumnya saya jualan nasi goreng, tapi karena jauh dari keluarga dan kerja dari sore sampai pagi, rasanya fisik sudah tidak kuat lagi. Jadi saya memutuskan berhenti,” kenangnya, Senin (10/11/2025).
Perkenalannya dengan usaha tahu crispy berawal dari temannya yang sudah lebih dulu menjadi mitra.
Usaha ini merupakan sistem kemitraan asal Pariaman yang kini memiliki lima hingga enam outlet di Kota Padang.
Sistem tersebut memungkinkan siapa pun memulai usaha tanpa harus mengeluarkan modal besar.
“Kita hanya modal minyak, gas, plastik, lampu, dan bumbu pelengkap seperti cabai dan saus. Gerobak, kompor, kuali, dan tungku semuanya dipinjamkan oleh mitra. Jadi tidak seperti franchise yang harus bayar di awal,” ujar Johan.
Setiap pagi, mitra utama akan mengantarkan satu peti berisi 400–500 biji tahu lengkap dengan bumbu. Johan cukup menggoreng dan menjualnya.
Pembayaran untuk tahu tersebut dilakukan keesokan harinya, memberi ruang perputaran modal yang ringan bagi pelaku usaha kecil.
Satu potong tahu crispy dijual Rp500 per biji, setelah sebelumnya dibagi menjadi empat bagian kecil.
Baca Juga: Upertis Luluskan 642 Sarjana Baru, LLDIKTI Apresiasi dan Dorong Inovasi Kampus
Dengan harga terjangkau dan rasa gurih yang khas, dagangan Johan selalu habis sebelum malam tiba.
“Alhamdulillah, omzetnya bisa sampai sejuta sehari. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.
Johan mengakui, sistem kemitraan seperti ini memberi peluang besar bagi masyarakat kecil untuk bangkit tanpa terbebani modal besar.
“Kalau sistemnya seperti ini, orang kecil bisa ikut usaha. Tidak perlu takut rugi besar karena peralatan dipinjamkan dan bahan disuplai tiap hari,” tambahnya.
Kini, di bawah sinar lampu jalan setiap malam, Johan tetap setia dengan gerobak tahunya. Bagi sebagian orang, mungkin terlihat sederhana. Namun, dari tepung, tahu, dan minyak panas itu, lahir kisah tentang semangat, kemandirian, dan peluang usaha yang bisa mengubah hidup.(CR6)
Editor : Hendra Efison