Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

EP Wish You All The Best, Catatan Emosional Perjalanan Musik Gaska

Adetio Purtama • Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:55 WIB

Musisi muda asal Kota Padang, Gaska.
Musisi muda asal Kota Padang, Gaska.
Perjalanan musikal Gaska tidak dimulai dari ambisi besar atau rencana matang untuk menjadi seorang solois. Semuanya berawal dari hal yang sederhana, meng-cover lagu. Dari kamar, dari waktu luang, dan dari ketertarikan personal terhadap musik sebagai medium ekspresi. Seperti apa kisahnya?

Adetio Purtama, Padang—

Aktivitas itu perlahan membawanya ke pertemuan-pertemuan penting, salah satunya dengan seorang produser asal Solok, Syahril, yang kemudian mengajaknya terlibat dalam sebuah proyek musik bersama sejumlah penggiat musik lain seperti Noisydope dan Zuhan.

Dari titik itu, musik tak lagi sekadar hobi. Ia mulai melihat kemungkinan lain dari apa yang bisa ia lakukan melalui suara, lirik, dan melodi.

Pada masa yang sama, Gaska tengah berada di fase jenuh dalam dunia videografi—bidang yang sebelumnya ia tekuni. Rasa “stuck” tersebut justru menjadi pintu masuk bagi eksplorasi kreatif baru. Ia mulai mencoba menulis lagu, merekam ide, dan memahami musik bukan hanya sebagai pendengar, tetapi sebagai pencipta.

Dalam rilisan-rilisan terbarunya, termasuk EP Wish You All The Best, benang merah musikal Gaska terdengar jelas: pop dengan sentuhan alternatif. Ia tak menampik bahwa genre tersebut memang menjadi arah yang ia pilih secara sadar.

Namun keputusan itu lahir dari proses yang cukup panjang. Sebelumnya, Gaska justru memulai karier bermusik di jalur hip-hop dengan nama artist berbeda, tr4shxx.

Perubahan arah tersebut terjadi setelah ia pindah ke Padang. Di sana, ia mendapat masukan dari salah satu musisi, Brian Rahmattio, yang menyarankannya untuk mengeksplorasi genre lain agar lebih mudah menjangkau pendengar.

Saran tersebut menjadi titik balik penting. Dari situ, Gaska mulai memahami perbedaan karakter tiap genre, cara menyampaikan emosi, hingga bagaimana musik bisa berbicara ke audiens yang lebih luas. Keputusan itu pula yang membawanya ke fase musikal yang lebih matang.

Dalam hal inspirasi, Gaska menyebutkan bahwa untuk warna instrumen, karyanya kerap dibandingkan dengan musisi seperti boy Pablo atau Mac DeMarco.

Namun ia mengaku tidak terlalu menjadikan keduanya sebagai referensi utama. Urusan instrumen, ia sepenuhnya mempercayakan kepada produsernya, David Blake, yang membantunya meramu sound sesuai kebutuhan lagu.

Sementara untuk penulisan lirik, inspirasi terbesar justru datang dari dirinya sendiri. Jika harus menyebut satu nama, Juice WRLD menjadi sosok yang cukup memengaruhi cara Gaska menuangkan perasaan ke dalam kata-kata.

Seiring waktu, pengaruh dari figur besar tersebut mulai bergeser. Saat ini, Gaska merasa bahwa pembelajaran terbesarnya justru datang dari teman-teman sesama musisi, baik di Padang maupun di luar kota. Interaksi, diskusi, dan kolaborasi dengan mereka membentuk pemahaman baru tentang musik, industri, dan proses kreatif yang sebenarnya.

Sejak memulai proyek dengan nama Gaska, ia telah merilis sejumlah karya. Lagu pertama yang ia lepas adalah Mientras Seas Feliz pada Desember 2024. Setelah itu, berturut-turut ia merilis Girl Like You featuring Youqa, Could I?, Stuck With U, For My Love, dan yang terbaru Needles.

Gaska saat manggung di salah satu iven beberapa waktu lalu.
Gaska saat manggung di salah satu iven beberapa waktu lalu.

Seluruh perjalanan tersebut kemudian dirangkum dalam EP Wish You All The Best, sebuah rilisan yang terasa utuh secara emosi dan narasi. Konsep EP tersebut tidak lahir secara kebetulan. Wish You All The Best digagas setelah Gaska mendapat banyak “penataran” dan dorongan dari para penulis di Padang, salah satunya Boy Candra.

Momentum tersebut bertepatan dengan fase personal dalam hidupnya—ketika ia bertemu seseorang yang dirasanya sangat cocok. Perasaan itulah yang kemudian ia abadikan ke dalam EP ini.

Menariknya, seluruh proses penggarapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar dua minggu. Namun justru di situlah letak kejujurannya: spontan, personal, dan emosional.

Pengalaman panggung juga menjadi bagian penting dari perjalanan Gaska. Penampilan perdananya sebagai Gaska terjadi ketika ia diundang tampil oleh SoFast di Karsa Café, dengan dukungan dari musisi sekaligus produser Raihan Setiawan.

Sementara panggung yang paling berkesan baginya adalah saat tampil di acara kampus GESIMA FIB Unand bersama bandnya, Attention Seeker. Meski saat itu tidak membawakan lagu original—mereka membawakan lagu Hindia dan Feast—energi penonton dan atmosfer panggung meninggalkan kesan mendalam, hingga membuat Gaska ingin terus kembali ke atas panggung.

Di sisi lain, menilai kondisi gigs dan skena musik di Sumatera Barat, Gaska cukup optimistis. Ia melihat gigs sudah mulai berpihak pada musisi lokal, sementara skenanya terasa hidup dan suportif. Kehadiran komunitas seperti SoFast Creative, Gigs Padang, dan SatuHypotesa menjadi bukti adanya ekosistem yang saling menopang.

Bagi Gaska, satu kunci agar musisi Sumatera Barat bisa menembus pasar nasional adalah konsistensi—sebuah hal sederhana namun tidak mudah dijaga. Ia berharap dunia musik di Sumbar ke depan semakin suportif, inklusif, dan memberi ruang lebih luas bagi generasi muda, serta mendapat perhatian lebih dari media musik nasional.

Ke depan, Gaska tengah mengerjakan sejumlah proyek baru. Beberapa di antaranya berpotensi menjadi EP atau bahkan album penuh, yang dikerjakan bersama teman-teman terdekat dan pasangannya. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Catatan #musik #Wish You All The Best #Emosional #ep #padang #Gaska