Laporan—Two Efly, Limapuluh Kota
Konversi dari sistem konvensional ke sistem Syariah tidak selalu membawa penurunan kinerja di tahun pertama. Buktinya, dalam tahun pertama konversi PT BPRS Guguk Mas Makmur mampu mencatatkan kinerja positif. Ini benar benar menjadi awal yang baik dalam bersyariah.
"Alhamdulillah 10 bulan kita konversi sudah menampakan hasil. Trend kinerjanya positif dan mampu mencatatkan laba. Per 31 Desember 2023 total Asset tercatat Rp47,4 Miliar, realisasi Pembiayaan sebanyak Rp36,1 Miliar, capaian Pendanaan sebanyak Rp38,5 Miliar. Sementara itu Pendapatan tercatat Rp5,2 Miliar dan Laba Bersih Usaha Rp1,07 Miliar," ujar Direktur Utama PT BPRS Guguk Mas Makmur Yuhelmi Afrizon kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Yuhelmi, konversinya sebuah lembaga keuangan tidaklah seperti membalik telapak tangan. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerja keras dalam melaksanakan operasional dan melayani nasabah. Butuh adjusment system, administrasi, produk dan mainset dalam bekerja. Alhamdulilah karena konversi ini adalah keinginan bersama maka satu per satu tantangan itu bisa diatasi dengan baik dan tahun pertama konversi bisa mencatatkan kinerja positif.
Asset dan Pendanaan
Dari audit yang dilakukan akhir tahun 2023 tercatat total Asset PT BPRS Guguk Mas Makmur sebanyak Rp47,4 Miliar.
Tercapainya Asset sebesar Rp 47, 4 Miliar ditopang oleh realisasi Pembiayaan dan Pendanaan sepanjang tahun 2023. Total Pendanaan yang mampu dihimpun selama tahun 2023 sebanyak Rp38,3 Miliar.
Dari tiga produk penghimpun dana, ketiga mampu menarik respons nasabah dengan baik. Total Tabungan Wadiah tercatat Rp126 Juta. Sementara itu Tabungan Mudharabah terhimpun sebanyak Rp24,1 Miliar sedangkan Deposito Mudharabah sebanyak Rp14,1 Miliar.
"Untuk kinerja awal ini kita memang belum bisa mengukur pertumbuhanya karena belum ada data pembanding dari tahun sebelumnya", ucap Yuhelmi Afrizon.
Pembiayaan dan Pendapatan
Sama dengan Pendanaan, kinerja Pembiayaan 10 bulan pertama bersyariah juga menunjukan kinerja positif. Hingga akhir tahun 2023 tercatat total Pembiayaan yang disalurkan Rp36,1 Miliar.
Pembiayaan ini terdiri dari Piutang Murabahah sebanyak Rp35,1 Miliar, Piutang Multijasa sebesar Rp594 Juta dan Piutang Musyakarah sebesar Rp500 juta.
Kinerja positif disektor pembiayaan tentulah berdampak positif pula pada Pendapatan. Pendapatan yang mampu dicatatkan selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp5,2 Miliar.
NPF, BOPO dan Laba
Selain bagus dari kinerja Pendanaan dan Pembiayaan, Kualitas Aktiva Produktif (KAP) PT BPRS Guguk Mas Makmur juga terpantau sangat bagus. Sejumlah indikator utama tercapai dengan baik.
Sebut saja kualitas Pembiayaan. Ratio Non Perfomance Fund (NPF) tercapai 2,73 persen. Realisasi ini terbilang bagus untuk awal konversi.
Begitu juga ratio Biaya. Capaian Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercapai 71,99 persen. Capaian rasio BOPO terbilang sangat bagus apalagi 2023 adalah tahun awal BPRS Guguk Mas Makmur konversi.
"Pembiayaan yang berjalan dengan baik, kualitas pembiayaan yang bagus dan biaya yang terkendali inilah memberikan dampak pada kinerja laba. Laba sebelum pajak tercatat sebanyak Rp1,3 Miliar sedangkan Laba Bersih Usaha setelah pajak tercatat sebanyak Rp1,07 Miliar," ujar Yuhelmi Afrizon.
Dari data Padang Ekspres, PT BPRS Guguk Mas Makmur merupakan salah satu BPR yang melakukan konversi diawal tahun 2023. Sebelumnya konversi, BPR ini menggunakan sistem konvensional. Sebelum konversi banyak sudah capaian yang berhasil dicatatkannya. Satu di antara capaian itu adalah Golden Award Infobank atas kinerja PT BPR Guguk Mas Makmur selama lima tahun berturut- turut.
"Alhamdulillah dengan capaian ini. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi BPRS Guguk Mas Makmur untuk menapak tahun tahun berikutnya," tukas Yuhelmi. (***)
Editor : Hendra Efison