Kiper kelahiran 7 Oktober 1998 tersebut diharapkan mampu memperkuat lini pertahanan Kabau Sirah dalam menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League.
Rendy bukanlah nama baru bagi Semen Padang FC. Ia merupakan pemain binaan asli klub yang memulai proses pembinaan di Akademi Semen Padang pada periode 2013–2016.
Berkat penampilan konsisten, Rendy kemudian promosi ke Semen Padang U-21 pada 2016 dan resmi menembus tim senior setahun berselang.
Perjalanan awal Rendy bersama tim utama tidak berjalan mudah. Pada musim 2017, Semen Padang FC harus menerima kenyataan terdegradasi dari Liga 1. Meski demikian, Rendy memilih bertahan dan terus berjuang bersama tim.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika ia turut berkontribusi dalam keberhasilan Semen Padang FC promosi kembali ke Liga 1 pada musim 2019. Pada tahun yang sama, performanya bahkan mengantarkan namanya masuk dalam proyeksi penjaga gawang Timnas Indonesia untuk ajang SEA Games.
Setelah menjalani petualangan bersama Persebaya Surabaya, Rendy kini kembali ke Indarung, kampung halaman sepak bolanya. Kepulangannya diharapkan membawa energi baru sekaligus meningkatkan soliditas lini belakang Semen Padang FC.
Manajemen klub menaruh harapan besar pada pengalaman dan kematangan permainan Rendy untuk membantu Semen Padang FC keluar dari zona degradasi dan kembali bersaing di papan atas kompetisi BRI Super League. (*)
Editor : Adetio Purtama