Madrid menunjukkan peningkatan performa dibanding kekalahan tiga pekan sebelumnya, dengan penguasaan bola lebih solid dan efektivitas serangan yang meningkat.
Gelandang Aurélien Tchouameni memberikan kontribusi signifikan di lini tengah, didukung konsistensi Camavinga, Trent Alexander-Arnold, dan Federico Valverde.
Kembalinya Antonio Rudiger di pertahanan memberikan stabilitas tambahan, sementara Vinicius Jr. memimpin serangan tim.
Benfica gagal menampilkan ancaman berarti. Pemain seperti Gianluca Prestianni dan Schjelderup yang menonjol di pertemuan pertama tidak berperan signifikan, demikian juga striker Pavlidis.
Tiga minggu lalu, Benfica sempat merayakan kemenangan dramatis atas Real Madrid dengan gol terlambat dari Anatoliy Trubin, namun performa kali ini terlihat menurun.
Gol Madrid dicetak pada menit ke-50 melalui aksi Vinicius Jr. yang menampilkan eksekusi presisi. Kylian Mbappe menerima umpan dari Eduardo Camavinga di area pertahanan Madrid sebelum melaju di sisi kiri.
Mbappe melepaskan bola ke jalur Vinicius Jr. yang berada di sebelah kiri. Dengan pilihan terbatas, Vinicius mengontrol bola ke kaki kanannya sebelum melepaskan tendangan melengkung yang keras, masuk ke sudut jauh gawang tanpa bisa dihentikan Anatoliy Trubin.
Momen selebrasi gol indah tersebut disusul insiden dugaan pelecehan rasial yang diduga ditujukan Gianluca Prestianni kepada Vinicius Jr.
Wasit Clement Letexier menghentikan pertandingan selama delapan menit sesuai protokol antirasial, namun tidak ada sanksi diberikan karena bukti dianggap tidak cukup.
Selain itu, pelatih Benfica Jose Mourinho diusir ke tribun karena mengajukan protes kepada wasit dan dipastikan absen memimpin tim pada leg kedua.
Benfica juga menghadapi potensi masalah terkait perilaku suporter, dengan sejumlah benda dilaporkan dilemparkan ke arah pemain Real Madrid.
Setelah insiden tersebut, Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan.
Kiper Thibaut Courtois melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menahan tembakan Aursnes yang mengenai Rafa Silva.
Benfica tidak mampu menembus pertahanan Madrid dan gagal membalikkan keadaan.(*)
Editor : Heri Sugiarto