Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kiprah Bus ANS Dari Zaman ke Zaman: Sudah 40 Tahun Mengaspal, Makin Eksis

Novitri Selvia • Kamis, 26 Januari 2023 | 11:04 WIB
DOKUMEN INSTAGRAM PT ANS
DOKUMEN INSTAGRAM PT ANS
Hadir sejak tahun 1960-an, PT Anas Nasional Sejahtera atau perusahaan otobus (PO) ANS bisa dikatakan salah satu bus legendaris di Sumbar. Sampai kini makin eksis dan konsisten melayani penumpang.

BUS yang awalnya hanya melayani perjalanan darat antar kota dalam provinsi (AKDP) di Sumbar, lambat laun melayani penumpang dengan perjalanan antar kota antar provinsi (AKAP).

Bahkan dalam masa kejayaannya, PO ANS pernah melayani penumpang hingga Medan, Aceh sampai ke Pulau Dewata, Bali. PO ANS dulunya didirikan oleh Haji Anas asal Balingka, Agam. Namun sejak meninggalnya sang pendiri, kini PO ANS diwariskan pada anak-anaknya.

Dikutip dari kanal YouTube resmi ANS TV, Haji Anas yang lahir dalam keluarga sulit terpaksa harus berdagang untuk mencari nafkah dengan cara berdagang asongan dari rumah ke rumah.

Setelah itu, pernah juga menjual rokok. Di sinilah usahanya mulai berkembang hingga menjadi distributor rokok. Kemudian, dia memutuskan untuk membeli truk, dari satu unit sampai memiliki beberapa uni truk untuk mendistribusikan rokok hingga ke Medan, Sumut.

Setelah itu pada tahun 1964 Haji Anas bersama sang istri  mulai menjajal bisnis AKDP bernama PO Panca Bakti dengan rute Padang-Bukittinggi hingga tahun 1972 yang akhirnya berinovasi ke PO ANS lalu berubah menjadi PT Anas Nasional Sejahtera sampai saat ini.

“Saat ini ANS sudah memiliki 45 unit kendaraan bus besar dengan tiga rute yakni Jakarta, Bandung dan Bogor,” ucap salah satu Staf Operasional PT ANS, Adri kepada Padang Ekspres, Selasa (24/1).

PT ANS menawarkan dua kelas bus yakni Royal Executive Class dan Executive Class sebagai pilihan untuk masyarakat dengan perbedaan jumlah kursi. Bila Royal Executive Class hanya memiliki 30 seats Executive memiliki 34 seats.

“Tentu bedanya akan lebih lapang untuk Royal Executive Class. Namun semua bus kita sudah leg rest dan difasilitasi full AC, LCD TV, audio, seat 2-2, USB charging, bantal selimut, toilet, emergency exit dan palu pemecah kaca. Semua bus kita juga disekat di bagian depan untuk memberikan kenyamanan pada penumpang yang tak ingin terpapar asap rokok,” jelas Adri.

Setiap hari, ANS akan memberangkatkan sekitar 8-10 unit bus dari berbagai pool di Sumbar termasuk yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman No. 101 Ulakkarang, Padang pukul 10.00.

“Dari Padang biasanya berangkat 2 bus, dari kantor perwakilan di Bukittinggi diberangkatkan 4 bus, dan beberapa agen di Kabupaten/Kota lain seperti Payakumbuh, Batusangkar, Lubukbasung, Pariaman, akan diberangkatkan masing-masing 1 bus,” katanya.

“Di kota tujuan, kita juga sudah punya beberapa pool bus, seperti di Jakarta kantor pusat ada di Rawamangun, dengan beberapa agen tersebar di terminal Kampung Rambutan, Pulo Gadung, Kalideres, Poris dan Pondok Pinang. Kota Bogor, ada di daerah Ciawi dan Terminal Baranangsiang, Bandung ada di Jalan Soekarno Hatta,” lanjut dia.

Soal ongkos, Adri mengatakan ANS memberikan harga perjalanan yang sebanding dengan kepuasan penumpang yakni Rp 550 ribu untuk perjalanan ke Jakarta dan Bogor, dan Rp 600 ribu untuk perjalanan ke Bandung menggunakan bus Executive Class.

“Untuk bus Royal Executive Class harganya Rp 650 ribu untuk tujuan Jakarta dan Bogor dan Rp 700 ribu untuk tujuan Bandung,” tambahnya.

Sebenanrnya, perkembangan bus AKAP saat ini, kata Adri, sama seperti di awal berdirinya bus ANS termasuk dalam segi peminat, karena setiap angkutan darat, udara maupun laut sudah memiliki pasarnya sendiri.

“Peminat bus ada saja, tak sekadar penumpang yang mencari harga lebih ekonomis karena pesawat saat ini juga banyak yang harganya terjangkau dan tak jauh beda dari harga bus,” imbuhnya.

Menurutnya, tak sedikit pula yang memang ingin menikmati perjalanan darat menggunakan bus karena bisa merasakan sensasi berbeda. Melihat pemandangan antar provinsi dengan ciri khas masing-masing. Ini juga salah satu yang membuat bus legend ini bisa bertahan di tengah perkembangan transportasi saat ini.

“Apalagi saat ini sudah ada tol Lampung-Palembang sejak sekitar tiga tahun lalu yang membuat durasi perjalanan lebih pendek. Bahkan jika nanti ada tol baru, kurang dari 20 jam sudah bisa sampai di Jakarta,” sebutnya.

Hal ini bisa dibuktikan pada beberapa momen seperti libur sekolah, lebaran, tahun baru dan beberapa momen libur lainnya, keterisian bus akan mencapai 100 persen, bahkan armada keberangkatan akan ditambah.

“Kalau hari biasa seperti saat ini, hanya akan terisi hingga 70 persen saja namun akan selalu ada,” tutur Adri.

Sudah lahir sejak lebih dari 40 tahun lalu, bus ANS mempertahankan keloyalan pada penumpang dengan kualitas yang diberikan. Apalagi hal-hal yang menyangkut keselamatan penumpang.

“Kita punya bengkel sendiri yang berlokasi di Alanglawas, Padang. Setiap kepulangan, akan selalu dilakukan pengecekan agar bus tetap beroperasi dalam keadaan baik. Kita juga menyediakan dua supir dan satu kenek dalam satu kali perjalanan untuk menjaga stamina agar selamat sampai tujuan,” sebut dia.

Selain itu, peremajaan bus juga selalu dilakuakan mengikuti perkembangan zaman. Beberapa unit terbaru bus dengan warna didominasi biru ini memiliki bodi Grand Tourismo HDD ‘Double Glass’ khas milik Karoseri Morodadi Prima yang disokong dengan mesin handal Mercedes Benz.

Inovasi dalam pembelian tiket perjalanan juga dilakukan dengan menggaet dua aplikasi penjualan tiket, Traveloka dan juga Red Bus.

“Meskipun sudah banyak PO AKAP saat ini, kita masih bertahan karena mempertahankan keloyalan kita pada penumpang. Waktu sudah membuktikan eksistensi kita selama lebih dari 40 tahun ini,” tukas dia.

Salah seorang penumpang, Arif, 68 asal Jakarta yang ditemui Padang Ekspres di agen bus ANS di Khatib mengatakan dia sudah langganan menggunakan ANS untuk pulang ke daerahnya.

“Saya kontrak kerja di Padang satu tahun, dan saat ini mau pulang karena libur ke Jakarta selama dua minggu, pilihan pertama transportasi memang ANS karena waktu berangkat juga menggunakan bus ini,” katanya.

Salah satu keluarga penumpang yang berangkat dengan tujuan Jakarta, Riska, 22 mengatakan, tantenya hampir setiap tahun mudik ke Padang dan selalu menggunakan bus ANS.

“Karena sudah biasa dari dulu pakai bus ini, jadi selalu menggunakan bus ANS pulang dan pergi. Pasalnya tante membawa dua keponakan, jadi katanya lebih irit pakai bus,” ucapnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#PT Anas Nasional Sejahtera #PO ANS #Bus ANS