Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa, serta melibatkan pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Berbagai kegiatan digelar dalam acara ini, mulai dari lomba solo song kategori guru dan umum, lomba band bagi pelajar dan mahasiswa, hingga lomba mewarnai yang diikuti anak-anak dari Bimba AIUEO dan taman kanak-kanak (TK). Selain itu, terdapat juga penampilan kesenian dari mahasiswa Universitas Andalas (Unand).
Ketua panitia bazar dan festival, Apri Martin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam mempromosikan serta menjual produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
“Dalam bazar yang kita laksanakan ini, diharapkan dapat menjaring pelanggan baru bagi UMKM serta membangun jaringan profesional dengan pengunjung,” ujar Apri Martin, Sabtu (14/6/2025).
Inisiator kegiatan, Budi Syahrial, menekankan pentingnya pembinaan anak-anak sejak dini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi yang positif bagi generasi muda.
“Anak-anak merupakan aset berharga. Jika mereka dibimbing dan diberikan kasih sayang, insya Allah akan tumbuh menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara. Acara kali ini diikuti sekitar 1.000 anak dari Bimba AIUEO di Kota Padang,” kata Budi.
Lomba band juga menjadi sorotan utama. Menurut Apri Martin, lomba ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi juga sarana penyaluran minat generasi muda terhadap musik.
“Kita lihat sendiri, tawuran masih terjadi di Kota Padang. Dengan adanya lomba band yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar ini, dapat membantu Pemko Padang dalam mencegah terjadinya tawuran di usia sekolah,” tutup Apri.
Kegiatan ini tidak hanya meriah secara partisipasi, tetapi juga sarat pesan edukatif dan sosial yang ditujukan bagi pembinaan karakter generasi muda serta penguatan sektor UMKM lokal. (edg)
Editor : Hendra Efison