Pantauan Padang Ekspres Rabu (2/7) menunjukkan bahwa suasana pantai di sepanjang jalur pedestrian tetap semarak, terutama menjelang sore hari.
Pengunjung terlihat menikmati keindahan panorama laut, bermain pasir bersama anak-anak, hingga bersantai sambil menikmati jajanan dari pedagang kaki lima. Sejak pertengahan Juni lalu, Taplau memang mulai ramai didatangi wisatawan, terutama saat akhir pekan.
“Cukup ramai, apalagi kalau Sabtu dan Minggu. Tapi sekarang kami baru bisa mulai berjualan pukul 4 sore karena aturan pemerintah,” kata Ita, 42, pedagang makanan ringan di sekitar Tugu Padang IORA.
Ita mengakui, aturan pembatasan waktu berdagang membuat kawasan pantai terlihat lebih rapi. Para pedagang tidak lagi memenuhi area pantai sejak siang hari, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana dengan lebih nyaman.
“Sekarang lebih tertib. Pedagang jalanan hanya boleh buka mulai jam 16.00. Jadi tidak ada lagi keramaian dan kemacetan seperti sebelumnya di siang hari,” tambahnya.
Tak hanya soal kerapian dan jam operasional, suasana Taplau kini juga dinilai lebih aman dan nyaman. Penertiban yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), serta praktik pungutan liar (pungli) telah memberikan dampak positif, baik bagi pengunjung maupun pedagang.
“Dulu, wisatawan sering didekati pengamen atau orang yang maksa minta uang. Itu bikin sepi, orang jadi takut mampir ke kedai kami. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Jarang sekali kelihatan yang seperti itu. Parkir juga lebih tertib,” ujar Ita.
Sementara itu, sejumlah wisatawan dari luar kota juga tampak menikmati suasana Pantai Padang. Salah satunya adalah Ulya Arman, 33, warga Solok, yang datang bersama keluarga untuk mengisi sisa liburan anak-anak sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Kami sengaja datang ke Padang karena anak-anak ingin ke pantai. Ini momen libur terakhir sebelum masuk sekolah minggu depan,” ungkap Ulya.
Ia mengaku terkesan dengan kondisi terbaru Pantai Padang yang kini lebih bersih dan tertib dibanding kunjungan sebelumnya.
Ulya menuturkan bahwa sebelumnya sempat enggan datang karena adanya praktik pungli dari pengamen dan pengemis yang membuat suasana tidak nyaman.
“Sekarang berbeda. Pantainya bersih, tidak terlalu banyak orang yang memaksa minta uang. Suasananya nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Jadi kita bisa menikmati liburan tanpa rasa khawatir,” jelasnya. (cr1)
Editor : Adetio Purtama