Efrinal, 48, pedagang ikan di Pasar Raya Padang, kemarin, mengungkapkan harga ikan saat ini relatif lebih mahal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan ikan dari nelayan.
“Kalau untuk harga ikan sekarang memang agak lebih mahal sedikit, sebab cuaca pun tidak mendukung,” ujarnya saat ditemui di Pasar Raya Padang, Senin (1/9).
Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi hampir merata pada berbagai jenis ikan, mulai dari tongkol, kembung, hingga sisik tuna. “Hampir semuanya naik. Misalnya tongkol dan kembung. Kalau pasaran penjualan sekarang sekitar Rp 35 ribu sekilo,” tambahnya.
Meskipun harga mengalami kenaikan, Efrinal mengaku penjualan tetap sepi. Ia menilai masyarakat cenderung menahan diri untuk berbelanja karena kondisi sosial yang tidak menentu akibat adanya isu demo. “Daya beli masyarakat dengan adanya demo ini pasti berkurang,” katanya.
Berbeda dengan Efrinal, pedagang ikan lainnya, Hendri, 55, justru terpaksa menurunkan harga agar dagangannya tidak menumpuk. Menurutnya, pasar semakin sepi sehingga jika harga tetap dipertahankan, ikan berisiko tidak terjual. “Turun, daya beli orang pun turun, harga ikut turun. Dari pada tidak ada yang membeli, lebih baik dijual saja,” ucapnya.
Hendri menyebut ikan tongkol paling banyak mengalami penurunan harga. Jika sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kilogram, kini harganya hanya Rp 25 ribu. Begitu juga ikan kecil (anak ikan) yang semula Rp 60 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 40 ribu.
“Tongkol biasanya Rp 30 ribu sekilo, sekarang saya jual Rp 25 ribu. Anak ikan sekilonya Rp 40 ribu, biasanya Rp 60 ribu. Kalau tuna masih tetap Rp 70 ribu sekilo,” jelasnya.
Ia menambahkan, keputusan menurunkan harga diambil karena ikan tidak bisa disimpan lama. Jika dibiarkan, ikan akan cepat membusuk dan justru menambah kerugian.
“Jalanan sepi, dari pada menahan ikan ini tidak bisa ditahan. Kalau ditahan pasti busuk, jadi lebih baik dijual saja meskipun murah. Istilahnya takaran terpaksa, dari pada rugi banyak,” katanya.
Hendri berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi pedagang kecil yang semakin terjepit oleh ketidakstabilan ekonomi.
“Harapannya tentu harga kembali normal. Tapi itu tergantung bagaimana pemerintah menanggapi masyarakat. Sekarang jual beli sudah berkurang, bagaimana cara bertahan kalau keadaan seperti ini. Anggota DPR saja yang senang, rakyat yang sengsara,” ucapnya.
Kondisi harga ikan yang naik-turun ini membuat para pedagang Pasar Raya harus pintar-pintar menyesuaikan diri. Di tengah cuaca yang tidak menentu dan isu demo yang memengaruhi daya beli masyarakat, pedagang hanya bisa berharap situasi segera membaik agar roda ekonomi kembali stabil. (mg9)
Editor : Adetio Purtama