Pantauan di lokasi menunjukkan struktur baja JPO dipenuhi karat, cat mengelupas, dan sejumlah bagian terlihat lapuk.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran pengguna terhadap aspek keselamatan.
Sejumlah warga dan pekerja di sekitar lokasi menyebut JPO telah lama ditinggalkan karena dinilai tidak lagi layak pakai.
Pejalan kaki cenderung memilih menyeberang langsung di badan jalan meski arus kendaraan padat.
“Sudah lama JPO ini tidak dilewati orang. Sepertinya banyak yang takut karena kondisinya sudah tua dan lapuk,” ujar Anto (43), juru parkir di kawasan Plaza Andalas, Sabtu (13/12/2025).
Selain kerusakan fisik, akses JPO juga terganggu dedaunan pohon yang menutupi sebagian tangga dan jalur penyeberangan.
Kondisi tersebut dinilai mengurangi visibilitas dan kenyamanan pengguna.
Wisatawan asing, Jacob McMahon (41), turut menyoroti kondisi JPO tersebut.
Ia menilai fasilitas penyeberangan sangat penting di ruas jalan ramai, namun memilih tidak menggunakannya karena faktor keamanan.
“Fasilitas seperti ini penting untuk keselamatan pejalan kaki, tetapi melihat kondisinya, saya memilih menyeberang di bawah meski lebih berisiko,” kata Jacob.
Kondisi tersebut dinilai membuat fungsi JPO tidak berjalan optimal sebagai sarana keselamatan pejalan kaki.
Baca Juga: Lanjutan Bantuan Sosial Pemko Pariaman, 500 KPM di Pariaman Tengah Terima Permakanan
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Padang melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh dan pemeliharaan rutin.(*)
Editor : Hendra Efison