Dalam kesempatan itu, Mulyadi membacakan pidato Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menyebut bahwa Hari Santri merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia.
Tahun 2025 menjadi peringatan ke-10 sejak Hari Santri pertama kali ditetapkan pemerintah pada 2015.
“Pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari pesantren lahir generasi yang cerdas, kuat secara spiritual, dan berakhlak,” ujar Mulyadi mengutip pidato Menag.
Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”
Tema tersebut menggambarkan tekad santri untuk berperan aktif sebagai penggerak kemajuan dan pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.
Mulyadi juga menyampaikan pesan Menteri Agama agar santri di seluruh Indonesia terus menumbuhkan semangat keilmuan dan tanggung jawab sosial.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Santri harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton perubahan,” ucapnya.
Usai apel, Kemenag Kota Pariaman menyerahkan piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba olahraga antarpondok pesantren dan sekolah se-Kota Pariaman yang digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025.(*)
Editor : Hendra Efison