PADEK.JAWAPOS.COM-Rencana pemerintah untuk memberikan insentif finansial kepada Penanggung Jawab Program Makan Bergizi Gratis (PIC MBG) di sekolah disambut antusias oleh para guru di Payakumbuh.
Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mengelola program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto di satuan pendidikan.
Upaya memaksimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu langkah terbaru yang tengah disiapkan adalah pemberian insentif bagi guru yang ditunjuk sebagai PIC pelaksana program di sekolah.
Para tenaga pendidik menilai bahwa adanya insentif ini akan meningkatkan motivasi mereka dalam memastikan penyaluran makanan bergizi kepada peserta didik berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama ini, setiap sekolah memiliki satu PIC yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sekolah, meskipun dalam pelaksanaannya banyak guru lain yang turut membantu.
“Iya, program MBG ini sangat baik untuk anak-anak. Kalau ada insentif bagi penanggung jawabnya, tentu kami akan semakin semangat mengelolanya,” ujar Rita Kurniati, guru SMPN 4 Payakumbuh yang bertugas sebagai PIC MBG, pada Selasa pagi (4/10).
Rita menambahkan, selain berharap insentif segera terealisasi, para guru juga memiliki harapan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dengan menu yang lebih beragam dan bergizi seimbang.
“Tentu kami berharap insentif tersebut segera terealisasi, dan program MBG ini tetap berlanjut, sebab sangat disukai dan bermanfaat bagi peserta didik,” tambahnya.
Di SMPN 4 Payakumbuh, yang dikenal dengan sebutan SMP Standar, program MBG melayani 925 pelajar yang tersebar dalam 29 rombongan belajar (Rombel) atau kelas.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Plt. Kepala SMPN 4 Payakumbuh, Sri Wahyuningsih. Ia menyatakan pihak sekolah menyambut baik rencana pemerintah tersebut.
“Tentu kita sambut baik rencana pemerintah yang akan memberikan insentif bagi penanggung jawab (PIC) di sekolah,” tegasnya.
Pemerintah melalui BGN dikabarkan tengah menyiapkan beberapa skema pemberian insentif. Besaran insentif direncanakan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per hari, disesuaikan dengan jumlah peserta didik di masing-masing sekolah.
Dana insentif ini akan disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada sekolah sebanyak dua kali dalam sebulan.
Para PIC MBG di berbagai daerah menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah pemerintah ini.
Mereka menilai kebijakan tersebut bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga merupakan pengakuan resmi atas peran penting tenaga pendidik dalam menyukseskan program nasional peningkatan gizi anak sekolah. (rid)
Editor : Novitri Selvia