Agar upaya itu tercapai, sehingga berbagai destinasi pariwisata yang ada terus dilakukan pembenahan dan peningkatan berbagai sarana dan prasarana yang ada agar memiliki daya tarik untuk dikunjungi.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pessel, Suhendri, dengan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Anton Mahendra, ketika dihubungi Padang Ekspres kemarin (25/4) menjelaskan bahwa pihaknya memang terus mendorong semua pelaku wisata di daerah itu agar terus meningkatkan pelayanan kenyamanan kepada pengunjung wisata di daerah itu.
"Imbauan itu kami lakukan karena Pessel saat ini sudah dijadikan sebagai salah satu daerah kunjungan wisata utama di Sumbar. Termasuk juga pada libur hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun 2023 ini," katanya.
Dijelaskannya bahwa pada hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun 2023 ini pihaknya menargetkan kunjungan wisata ke berbagai destinasi yang ada sebanyak 450 ribu jiwa.
"Dari target ini yang sudah tercapai sekitar 13-15 persen atau sebanyak 63.420 jiwa. Angka itu berdasarkan jumlah tiket masuk yang terjual selama tiga hari pada beberapa objek wisata berbayar. Yakni tanggal 22 hingga 24 April 2023," jelasnya.
Dia menambahkan bahwa di daerah itu ada sebanyak 19 objek wisata yang dijadikan sebagai lokasi kunjungan oleh masyarakat yang berbayar.
"Namun dari jumlah itu, kunjungan terbanyak berdasarkan jumlah tiket masuk yang terjual adalah Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan sebanyak 21.615 orang, disusul oleh kawasan wisata Pulau Setan sebanyak 9.000 jiwa pula. Posisi ketiga kunjungan terbanyaknya di Sumedang Jaya Wisata Kecamatan Ranah Pesisir sebanyak 5.183 jiwa. Selanjutnya Pantai Batu Kalang Tarusan 4.477 jiwa, dan posisi ke lima Pantai Muaro Air Haji sebanyak 4.380 jiwa pula," terangnya.
Perlu juga diketahui bahwa bila dilihat kondisi di lapangan, sebenarnya tingkat kunjungan masyarakat untuk berwisata ke daerah itu jauh lebih banyak dari data jumlah karcis berbayar itu.
"Sebab selain ada yang masuk tanpa tiket, sebagian besarnya banyak yang singgah di kawasan-kawasan wisata yang tidak berbayar. Walau demikian kita optimis target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp 1,2 miliar tahun 2023 ini akan bisa tercapai. Walaupun di banding tahun 2022 lalu tingkat kunjungan masih relatif sama, dan beberapa objel wisata kunjungannya juga ada yang menurun," ungkapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa pada lebaran tahun 2022 lalu, jumlah kunjungan berdasarkan capaian hasil retribusi tiket masuk di Pantai Carocok Painan sebanyak 66 ribu jiwa. Tapi bila digabung antara pengunjung yang berbayar melalui tiket masuk dengan yang tidak berbayar ada sekitar 92 ribu pengunjung.
"Itu berdasarkan survey dan pengamatan yang dilakukan di lapangan ketika itu. Diprediksi kondisi yang sama masih akan terjadi pada lebaran tahun ini," jelasnya.
Untuk memberikan daya tarik bagi pengunjung yang datang ke Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan, Dinas Pariwisata Pessel melalui kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Carocok Painan juga menggelar Event Festival Langkisau Semarak Idul Fitri.
"Melalui event ini kita sengaja mendatangkan artis-artis ibu kota guna menghibur pengunjung yang datang ke kawasan wisata ini," ungkapnya.
Perlu juga diketahui bahwa pada Kawasan Wisata Carocok Painan itu pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, demikian juga dengan objek wisata Pulau Setan yang dikelolah oleh BUMNag Bersama.
"Namun pada beberapa objek wisata lainnya yang dikelola oleh pihak swasta, kita hanya menerapkan penghitungan pajak pada tiket masuk yang harganya disesuaikan dengan kondisi kawasan dan fasilitas yang mereka tawarkan. Berdasarkan hal itu, sehingga kita belum bisa menjelaskan berapa besar PAD yang sudah didapatkan di sektor pariwisata dari target sebesar Rp 1,2 miliar tahun 2023 ini. Sebab kita belum melakukan perekaman," ungkapnya lagi
Dijelaskan lagi bahwa 19 objek wisata yang berbayar tersebut diantaranya, Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan, Salido Sari Bulan, Pantai Salido, Pulau Setan, Pandan View, Batu Kalang, Jembatan Akar, Bayang Sani, Pantai Sungai Tawa, Pantai Tan Sridano, Labuang Baruak, Amping Parak, Sumedang Jaya Wisata, Pantai Family, Pantai Biru, Pantai Muaro Air Haji, Rumah Gadang Mande Rubiah, Pantai Sambungo, dan Siguntur Tuo.
Walau sebagian besar pengunjung itu memilih kawasan atau objek wisata yang tidak berbayar, tapi tetap memberikan dampak terhadap daerah, terutama sekali terhadap peningkatan ekonomi masyarakat karena melalui kunjungan itu terjadi peningkatan transaksi jual beli.
Kedepan dijelaskannya bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan di sektor pariwisata itu adalah melalui pengelolaan kawasan secara terpadu.
"Pengelolaan kawasan secara terpadu ini kita lakukan bersama instansi terkait lainnya. Sebab memang banyak sektor yang harus dilibatkan dalam hal ini, termasuk juga untuk mengantisipasi kebocoran sumber-sumber yang berpotensi bisa menambah pemasukan terhadap PAD," kata Suhendri lagi.
Maidarti 39, salah seorang pengunjung Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan, ketika ditanya Padang Ekspres menyampaikan bahwa sebagai pengunjung dia mengaku senang dengan suguhan kesenian yang ditampilkan melalui Festival Langkisau Semarak Idul Fitri yang digelar di pantas utama tersebut.
"Namun sebagai pengunjung dia berharap pemerintah daerah melakukan penataan terhadap pedagang yang berjualan di kawasan itu dengan cara tidak menghambat pemandangan ke pantai. Ini saya katakan, sebab pada bagian kiri arah ke pantai, kawasan yang semestinya sebagai tempat bermain sudah dipenuhi oleh pedagang. Sementara kawasan yang semestinya ditempati oleh pedagang pada arah timur tidak termanfaat sama sekali," ungkapnya.
Disampaikannya bahwa apa yang dia sampaikan itu memang hanya sederhana, namun hal itu perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah setempat agar keindahan taman bermain di kawasan itu benar-benar tertata dengan rapi, dan juga nyaman untuk bermain bagi pengunjung. (yon)
Editor : Novitri Selvia