Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bencana Hidrometeorologi Sumbar: 247 Ribu Warga Terdampak, Kerugian Tembus Rp1,76 Triliun

Hendra Efison • Minggu, 7 Desember 2025 | 14:47 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Posko Terpadu Kebencanaan merilis perkembangan terbaru dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 25 November 2025.

Data per Minggu, 7 Desember 2025 pukul 09.00 WIB mencatat kerugian material sementara mencapai Rp1,76 triliun.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa bencana telah melanda 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan.

Data tersebut dihimpun dari laporan resmi daerah dan telah diverifikasi instansi terkait.

Jumlah warga terdampak mencapai 247.402 jiwa. Rinciannya meliputi 228 orang meninggal dunia, 98 hilang, 112 luka-luka, dan 20.604 mengungsi.

Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan luas pada permukiman penduduk. Tercatat 3.831 rumah rusak ringan, 1.032 rusak sedang, 1.572 rusak berat, 35.213 rumah terendam banjir, dan 735 rumah hanyut atau hilang.

Layanan dasar turut terdampak dengan rusaknya 148 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, dan 338 sekolah.

Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan akses pendidikan, kesehatan, dan kegiatan keagamaan.

Sektor ekonomi produktif masyarakat mengalami kerugian besar. Sawah seluas 6.749 hektare terdampak, lahan 6.713 hektare, kebun 1.031 hektare, serta 10.486 unit kolam ikan rusak.

Kerusakan sarana prasarana vital juga signifikan, meliputi 172 ruas jalan dan 46 jembatan.

Perhitungan sementara kerugian meliputi kerusakan rumah masyarakat Rp451,24 miliar, fasilitas layanan dasar Rp26,94 miliar, sektor sosial ekonomi Rp1,08 triliun, serta sarana prasarana Rp201,57 juta.

Arry menyatakan bahwa angka kerugian masih dapat berubah seiring proses verifikasi lapangan. Pemerintah memastikan layanan, perlindungan, dan bantuan bagi seluruh masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas utama.

Ia menutup dengan mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dalam penanganan darurat dan pemulihan, serta memastikan komunikasi dengan Pemerintah Pusat berjalan optimal untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.(*)

Editor : Hendra Efison
#Bencana Sumbar 2025 #Update Terbaru Data Bencana #Kerugian hidrometeorologi #Data Posko Terpadu Pemprov Sumatera Barat