Kunjungan tersebut difokuskan pada ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, dan kelistrikan di Sumatera Barat, terutama pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah.
Yuliot menegaskan pemerintah memberi perhatian khusus terhadap ketahanan energi di Sumbar agar mobilitas masyarakat tetap terjaga selama periode libur akhir tahun.
“Untuk cadangan BBM, rata-rata ditingkatkan dari sembilan hari menjadi 13 hari. Khusus Pertamax Turbo, cadangan bahkan ditambah hingga 35 hari,” ujar Yuliot.
Ia menyebutkan, hasil pemantauan di sejumlah SPBU di Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Padangpariaman, dan Kota Padang menunjukkan pasokan BBM dalam kondisi stabil tanpa antrean signifikan.
Terkait distribusi, Yuliot mengakui adanya kendala teknis akibat perbaikan jalan di jalur Lembah Anai.
Untuk mengantisipasi keterlambatan suplai, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan kepolisian guna pengawalan distribusi melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik.
Untuk kebutuhan LPG, pemerintah memastikan percepatan penyaluran ke seluruh daerah agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi selama Nataru.
Kelistrikan Pulih 100 Persen
Di sektor kelistrikan, Yuliot memastikan kondisi listrik Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya pascabencana.
“Kami pastikan bukan lagi 99 persen, tetapi 100 persen seluruh wilayah sudah menyala, termasuk daerah terdampak parah seperti Jorong Lambeh, Kecamatan Palembayan,” tegasnya.
Pemerintah juga memberikan keringanan biaya sambungan listrik baru bagi warga terdampak bencana.
Bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, PLN mendukung penyediaan listrik untuk hunian sementara dan hunian tetap dengan skema pembiayaan khusus.
PLN Siagakan Personel dan Infrastruktur
General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim menyampaikan, sistem kelistrikan Sumbar berada dalam kondisi sehat dengan Daya Mampu Netto 785,8 MW dan Beban Puncak 674,2 MW. Cadangan daya tercatat 111,6 MW atau 14,2 persen.
Khusus Kepulauan Mentawai, PLN menyiapkan sistem isolated dengan cadangan daya mencapai 56,2 persen serta menyiagakan 16 unit genset tambahan.
Selama Nataru, PLN mengerahkan 1.323 personel di 164 posko, didukung 129 unit mobil, 177 motor, empat crane, serta puluhan unit peralatan pendukung lainnya.
PLN juga melakukan pemantauan cuaca berbasis geospasial dan koordinasi rutin dengan BMKG untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Selain itu, infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sumbar kini mencapai 95 unit. Transaksi penggunaan SPKLU selama Nataru diproyeksikan meningkat hingga 730 persen.
“Masyarakat dapat memanfaatkan fitur Road Trip Planner pada aplikasi PLN Mobile untuk memantau lokasi SPKLU secara real-time,” kata Ajrun.
Kunjungan Wamen ESDM ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, perwakilan Pertamina Patra Niaga Sumbagut, serta jajaran Badan Geologi Kementerian ESDM.(CC1)
Editor : Hendra Efison