Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Galodo Putus Akses Jalan, Tanahdatar Butuh Tambahan Alat Berat Provinsi dan Perantau

Heri Sugiarto • Minggu, 30 November 2025 | 16:07 WIB

Alat berat milik Pemkab Tanahdatar dikerahkan untuk membersihkan material galodo yang menutup akses jalan di wilayah terdampak, Batusangkar, Minggu (30/11/2025).(Foto: Prokopim)
Alat berat milik Pemkab Tanahdatar dikerahkan untuk membersihkan material galodo yang menutup akses jalan di wilayah terdampak, Batusangkar, Minggu (30/11/2025).(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Tanahdatar mengungkapkan kebutuhan mendesak alat berat berupa ekskavator dan bulldozer untuk menangani dampak galodo atau banjir bandang yang memutus akses jalan serta menimbun permukiman warga di sejumlah wilayah.

Kebutuhan ini disampaikan langsung oleh Bupati Tanahdatar, Eka Putra, Minggu (30/11/2025).

Menurut Bupati Eka Putra, hingga saat ini masih terdapat ruas jalan yang tertutup material banjir sehingga menyulitkan mobilitas warga dan proses penanganan di lapangan.

“Akses jalan masih terputus. Kami sangat membutuhkan tambahan alat berat untuk mengangkat material yang menutup jalan dan pemukiman masyarakat,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika Bupati bersama Forkopimda Tanahdatar dan Padangpanjang meninjau langsung lokasi bencana di tiga kecamatan yang terdampak.

Dalam kunjungan itu, sejumlah titik masih belum bisa dijangkau kendaraan karena tumpukan material lumpur, kayu, dan bebatuan.

Alat Berat Pemda Terbatas

Saat ini, Pemkab Tanahdatar telah menurunkan seluruh alat berat yang dimiliki ke lokasi bencana. Total terdapat lima unit alat berat yang digunakan, terdiri dari empat unit milik pemda dan satu unit sewaan.

Namun dari empat unit milik Pemkab Tanahdatar, satu unit ekskavator jenis XMCG dilaporkan hanyut terbawa banjir bandang. “Alat yang ada belum maksimal karena jumlahnya terbatas, sementara titik terdampak cukup banyak,” kata Eka Putra.

Selain itu, hingga berita ini diturunkan, baru satu unit alat berat bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Barat yang sudah berada di lokasi untuk membantu proses penanganan.

Alat berat tidak hanya diperlukan untuk membersihkan material longsor dan banjir, tetapi juga digunakan untuk membantu distribusi bantuan.

Di beberapa titik yang tidak bisa dilalui kendaraan, alat berat dimanfaatkan untuk memindahkan bahan makanan serta membantu evakuasi warga.

Dinanti Bantuan Pemerintah dan Perantau

Bupati Eka Putra berharap adanya tambahan bantuan alat berat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah pusat, hingga para perantau Tanahdatar.

Menurutnya, tambahan alat akan mempercepat proses pembersihan sehingga aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.

“Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar proses pembersihan material bisa lebih cepat selesai,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses penanganan pasca-galodo masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak di Tanahdatar.(*)

Update dampak bencana banjir dan longsor di Tanahdatar. (Sumber: Pemkab)
Update dampak bencana banjir dan longsor di Tanahdatar. (Sumber: Pemkab)
Editor : Heri Sugiarto